Menjadi Orang Tua Teladan — Membentuk Anak Soleh

Siapa sih yang ngga ingin punya anak soleh? Rajin solat, bisa baca quran, hafal surat2 di dalam alquran, budinya baik, patuh sama orang tua. Waah.. idaman banget yaa. Nah, sekarang setelah saya menjadi orang tua, ternyata menginginkan anak yang soleh berarti mesti membuat diri kita soleh dulu. Subhanallah, anak itu ternyata memang masih suci, dan bagaimana kita yang mewarnainya.. Seperti Sabda Rasul.. “setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (tidak mempersekutukan Allah) tetapi orang tuanya lah yang menjadikan dia seorang yahudi atau nasrani atau majusi”.

Usia Affan, anak saya, saat ini 2.5 tahun. Saya merasa di usia inilah dia sedang senang2nya menyerap berbagai informasi dari mana2, baik di sekolah childcarenya, di rumah, dengan ayah bunda, dan teman2. Kalo saya nyanyi lagu anak2 Indonesia, setelah beberapa kali diulang, minimal dia tahu nadanya dan kata2 akhirnya. Ternyata, dengan mengulang2 bacaan quran pun, lama2 dia juga jadi tahu surat Annaas atau Al-Ikhlas misalnya. Karena itu, saya siasati, satu kali nyanyi lagu anak2 diimbangi sama mengulang satu surat pendek bacaan quran. Satu kali bermain mainannya dia (Thomas the Tank Engine, Bob the Builder, etc), satu kali juga baca buku2 islami, seperti kisah Quran for Kids.

Anak seumur itu ternyata belum mengenal kalo membaca quran itu membosankan misalnya. Masih inget kan, mungkin waktu kita kecil, kalo diajak ngaji ke guru ngaji, malesnya minta ampun. Pada bulan Ramadhan ini, kebetulah karena alhamdulillah ada ustadz ternama dateng ke Melbourne, kami sering berinteraksi dengan beliau. Saya bilang sama Affan, Ustad hebat, bisa baca quran.. dan karena interaksi kami dengan quran dan juga mendengarkan bacaan quran beliau yang merdu, Affan juga mulai menikmati bacaan quran itu.  

Kembali ke judul di atas, saya belajar bahwa menjadi soleh itu bukan hanya untuk kita pribadi, tapi juga untuk anak-anak kita, karena orang tua adalah teladan dan role model anak. Kalo kita rajin solat, anak juga ikut. Kalo kita rajin ngaji, anak juga ikut. Bahkan Affan sampe punya quran sendiri yang dah lusuh karena sering tarik2an sama bundanya kalo bundanya mau ngaji. Jadi, intinya menjadi soleh dalam keluarga itu berarti membentuk kesolehan bersama… Ayah dan bunda soleh, anak pun ikut soleh. Mungkin ada juga orang tua yang mengirimkan anak ke sekolah islam yang boarding, di sana anaknya diajakkan macam2 doa dan cara solat serta nuansa islami lainnya. Namun, bila hal itu juga ngga dipraktekkan orang tuanya, si anak mungkin hanya akan menyerap pelajaran islami itu hanya sebagai ilmu pengetahuan, dan saatnya beranjak remaja, bisa jadi itu hilang perlahan2.

Mendidik anak tetap menjadi tanggung jawab orang tua, walau anak juga belajar banyak dari sekolahnya. Yuk, mari sama2  mulai dari diri kita menjadi soleh, agar anak2 kita bisa mengikuti dan juga bisa menjadi soleh. Mulai dari membaca doa sebelum dan sesudah makan, berdoa setelah solat, menyempurnakan wudhu, mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat…

“Rabbanaa hablanaa min azwaajida wazurriyyatina qurrota ayyun wa ja’alnaa lil muttaqiina imaama” (Ya Tuhan kami, karuniakanlah pada kami dari istri-istri kami dan anak cucu kami yang menyenangkan diri kami dan jadikanlah kami sebagai ikutan bagi orang-orang yang bertaqwa)

3 thoughts on “Menjadi Orang Tua Teladan — Membentuk Anak Soleh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s