Chemical Engineering Conference di Perth

Senin, 27 – 30 September adalah jadwal Chemeca 2009, yaitu Chemical Engineering Conference di Australia dan New Zealand. Peserta yang datang tidak hanya dari Australia, tapi juga dari Indonesia, Malaysia, UK, Afrika, dan Jepang. Di sana saya jadi berkenalan dan menambah network dengan sesama PhD student, praktisi di industri, dan juga para exhibitor yang menampilkan jasa2 analisis, misalnya particle analysis. Cukup relevan juga ternyata. Dengan sesama teman PhD, kami berdiskusi tentang topic research walaupun beda.

Tentang Conference, Alhamdulillah saya banyak menemukan hal yang baru, terutama yang berhubungan dengan project. Saya juga presentasi pada hari Senin jam2 siang, sebelum afternoon tea. Jadi yang hadir cukup banyak dan penuh, ada sekitar pertanyaan yang ditujukan setelah saya presentasi. Geoff, supervisor saya bilang gini, “So, Winny… After you write a paper, you make presentation and present in from of other people, and you answer others question… do you think you now understand thermodynamic modeling?” I said, yes I do. Inilah proses pembelajaran. Dengan membaca literatur dan mengerjakan modeling saja ngga cukup untuk membuktikan bahwa saya mengerti sesuatu hal. Dengan menuliskannya, mengkomunikasikan dengan supervisor, mendapat feedback sampai akhirnya paper final, dan lalu mempresentasikan di depan orang banyak, itu yang membuat pemahaman saya lebih dalam dan mengerti lebih dalam.

Saya berangkat hari Minggu pagi, dengan harapan bisa liat2 daerah city n familiar dengan keadaan di sekitar city. Anyway, ternyata kota Perth dibelah dengan Swan River. Pusat kota terletak bersebrangan dengan hotel tempat saya tinggal. So, ngga bisa kemana2 hari Minggu itu. Tapi hari Selasa sore dan Rabu siang, saya berkesempatan mengunjungi pusat kota. Ada 3 jenis bus service yang gratis (mungkin seperti city circle n free bus di Melbourne), jadi saya bisa berjalan2 ke beberapa tempat menarik. Di bandingkan dengan Melbourne, Perth memang lebih kecil dan sepi, namun public servicenya cukup bagus. Ada 3 rute bus gratis, masuk ke museum dan art centre juga gratis (donasi seikhlasnya aja), tiket kereta juga lebih murah. Penjual makanan tidak segan2 menuliskan tanda halal di depan toko bila memang itu halal. Masjidnya juga bagus, berbentuk masjid sebenarnya. Untuk tempat ibadah umat lagi juga sama. Tapi dari segi makanan, memang lebih mahal. Satu porsinya mulai 12 dolar – 15 dolar, jadi cukup menguras kantong juga.

Trip ke Perth cukup menyenangkan. Tapi sampe di rumah, Affan ngambek abis😀. Kasian banget deh, kayaknya marahin bundanya pergi kelamaan. Lain kali kalo pergi lama, mungkin perlu diajak juga kali ya, biar ngga ngambek lagi J.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s