Menulis Karya Ilmiah

 Hari Jumat. Keadaan kampus sangat sepi karena selain semester sudah berakhir, teman2 research student satu grup juga sedang pada tugas oversea. Kemarin saya baru saja menyelesaikan conference paper tentang magnesium production. Huff… telat 1 minggu, ternyata merevisinya jauh lebih lama dari yang diperkirakan. Kemarin2 emang suasana hati bawaannya jadi down n down karena ngga selesai2, tapi sekarang, jadi bisa melihat manfaatnya. Ada banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari menulis paper ini. Mungkin saja di masa yang akan datang saya jadi bisa menelaah dan menganalisis proses produksi metal2 lainnya yang ada di Indonesia, jadi bisa berkontribusi juga untuk bangsa. Saat menulis paper ini, yang mana supervisor jadi co-author, jadi banyak belajar bagaimana menulis yang baik. “You’re writing is still developing, Winny. It’s not your fault because that’s reflect english as your second language, you your writing way is still not elegant”. Weleh2, elegan, apalagi itu.. nulis aja dah susah banget… Tapi namanya kita juga belajar, saya ingin jadi writing yang handal, menulis publikasi2 ilmiah yang bermanfaat dan berguna bagi masyarakat ilmiah khususnya dan mungkin lebih luas.

Tapi, ngga tau juga ya, kok rasa2nya kelemahan saya emang ada di writing. Untuk presentasi, insyaAllah udah ok. Beberapa presentasi, audiens cukup puas dengan pemaparan saya yang terstruktur. Tapi untuk writing ini… sepertinya jalan masih panjang. Sampe-sampe supervisor bilang, next you write paper, it’s better to write the powerpoint presentation first. Hm… ada benernya juga kali ya. Mungkin bisa dicoba untuk besok2. Balik lagi ke tentang writing, Supervisor udah memberikan feedback tentang thesis bab 2 dan 3, dan isinya penuh dengan coretan. Begitu juga dengan feedback dari journal paper reviewer, penuh dengan tanda tanya (hikss..). Isn’t it painful to see all your work is still not good enough? Orang-orang bilang, your writing reflects your thinking sequence. Kalo kita tidak menulis dengan baik, bisa jadi artinya cara bekerja kita dan menganalisis juga ngga bagus. Hikss… anyway, sori banget kalo ini isinya penuh dengan desperation. Tapi saya ngga mau kehilangan semangat untuk memperbaiki kualitas writing saya. Jalan masih panjang.. dan kerja keras dan kerja cerdas dimulai dari hal yang kecil, dimulai dari skarang, dan tidak menunda2.

Mudah2an kritikan-kritikan itu akan membangun jiwa saya untuk lebih menerima kritikan, bukan menghindarinya. Hm… mungkin analoginya sama kayak kalo kita jadi guru ya. Semester ini saya jadi guru engineering mathematics, pelajarannya dasar2 sekali, mulai dari vektor, number, function, integration, dan differencial. Dari 35 student yang saya ajar, dari tugas2 yang mereka kerjakan setiap minggu dan tes2nya, saya bisa melihat ada yang memang pintar, ada yang biasa aja tapi rajin, ada yang rajin tapi nilainya belum bagus, dan ada yang ngga mau berusaha. Kalo saya jadi student, saya masuk kategori yang mana ya? Mungkin itu juga yang orang lain (supervisor dan reviewer) ingin lihat dari saya. Ayo semangat Winny!!! Mungkin karena terlalu perfectionis, jadi semua achievementnya ngga kerasa (tapi emang apa coba achievementnya??). Mudah2an saya termasuk yang biasa2 tapi rajin, dan nanti bisa lulus dengan memuaskan, dengan kerja keras tentunya.

4 thoughts on “Menulis Karya Ilmiah

  1. wah kalo saya terbalik win. writting alhamdulillah ga ada kendala, asal terus dikoreksi dan dibaca ulang. Tapi pas presentasi, udah mah grogi, berasa mudah sekali saya dibantai, meski udah yakin pendapat saya bener, tapi ada aja ragu sama riset sendiri, ga pd-lah dsb… desperate mode on

  2. ahhh winnnyyy….berpelukan….baru baca ini.
    sama saya jg da kalo writing sulit sekali deh
    apalagi kemaren feedback dari reviewer content-wise dah oke tapi bahasanya butuh perbaikan. desperado dot com.
    sampe beli buku grammar, baca2 grammar, bingung😛
    anyway, winny dah mau selese yah? senang🙂
    semoga dilancarkan ke depannya yah

  3. ipeh… berpelukan juga… Iya ini, writing bikin panas dingin n ngga bisa tidur, apalagi gara2 perempuan kali ya… semua sinisme reviewer dipendem sampe ke hati😀

    Belum selesai peh, momen “yes, you’ve got PhD”nya belum ada ni dari supervisor.. soalnya experiment resultsnya belum memuaskan😦.. Anyway, sama2 saling mendoakan aja ya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s