Archimedes Day

Pekan ini adalah National Science Week di Australia. Swinburne University menyelenggarakan seminar dan acara2 dalam mensukseskan National Science Week ini. Salah satunya ada pemutaran video tentang Archimedes. Kenapa Archimedes? Ternyata saya mendapatkan jawabannya setelah menonton film tentang Archimedes tadi.

Memang, sejak menjadi guru/tutor matematika, keingintahuan saya terhadap matematik makin besar. Pertama, supervisor saya yang backgroundnya chemical engineer menjadi profesor dalam bidang applied mathematics. Hm.. aneh kan? Kenapa ngga jadi profesor di bidang chemical engineering juga misalnya. Ternyata dia menerapkan ilmu2 matematiknya dalam menyelesaikan permasalahan2 di bidang process metallurgy yang menjadi bidangnya. Nah, dengan background yang sama.. saya sebagai chemical engineer yang sekolah di Mathematics Department, juga menerapkan ilmu matematik untuk mengatasi problem2 yang ada. Terlebih, dengan menjadi dosen/tutor, mesti belajar matematik yang lebih jauh dan membuatnya menjadi menarik dan menyenangkan agar bisa menginspirasi mahasiswa.

Kembali ke Archimedes Day tadi, dalam tayangan 1 jam itu, dipaparkan tentang kehidupan Archimedes, “eureka” moment, ide2 jeniusnya, bahkan ternyata dia telah memiliki ide yang menjadi dasar matematika modern. Sayangnya, naskah asli Archimedes sempat hilang berabad2 dan baru ditemukan beberapa tahun terakhir ini. Konsep matematika abad 21 ternyata telah ditemukan oleh Archimedes 2000 tahun yang lalu. Salah satunya ada konsep infinite. Archimedes menaksir volume sebuah silinder yang terpotong, dengan membuat irisan2 tak terhingga dan menjumlahkannya. Mirip dengan konsep integral dan kalkulus yang dikembangkan oleh Newton dkk pada Abad ke-17 .

Dengan menonton film itu, saya jadi terinspirasi. Seperti diketahui, pekerjaan riset ini seperti ada di dalam tunnel yang gelap tak berujung. Kalo difikir2 sih, tinggal kita yang mau mensiasatinya, mau terus menerus pesimis, atau mulai berfikir positif dengan apa yang kita kerjakan. InsyaAllah ada hasilnya..

Tentunya, ada yang  jauh lebih baik dan menarik dari Archimedes. Sebuah buku/kitab dari Allah swt, quran. Yang mesti kita teladani dahulu sebelum merefer pada buku yang lain. Selama ngga puasa (kebetulan lagi halangan), saya jadi baca artinya Quran dalam bahasa Indonesia.. Tenyata isi AlQuran itu memang luar biasa.. Ada kalanya badan menggigil ketakutan saat membaca tentang azab, ada juga secercah harapan saat membaca surga dan pertolongan Allah yang sangat dekat. Mudah2an kita bisa meneladani quran, dan juga ilmu2 duniawi, dan menggunakannya dengan baik ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s