Morning Drama

Senin pagi. Jam7 pagi, Affan sudah bangun. Setelah ganti baju, makan pagi, n beberes, bunda dan Affan pergi naik tram. Seperti biasa, Affan seneng banget kalo naik tram karena dia bisa bebas duduk dan melihat mobil2, jembatan, truk, dll. Setelah sampai ABC Flemington, kami pun turun. Affan duduk di stroller kesayangannya. Setelah nyebrang jalan, kami tiba di depan ABC flemington. Trus parkir strollernya dulu. Affan terlihat sangat happy, jalan sendiri, nungguin bunda untuk buka beberapa pintu. Di childcare ini, emang ada beberapa pintu yang mesti dilewati, sebagai keamanan biar anak2 ngga nyelonong pergi. Nah, tiba di pintu pagar depan kelassnya Affan, Affan ingin buka pintunya sendiri. Tapi kalo untuk anak kecil emang sulit, karena ada magnet. Perlu ada magnetnya.

Morning drama pun dimulai. Affan ngga mau dibantu, ingin buka sendiri. Sementara kalo mau buka sendiri artinya ya belum bisa. Jadilah kami berdiri di situ cukup lama. Ada carer lain datang buka pintu dan tutup lagi. Affan mulai upset. Bunda udah mulai ngga sabar, yo wes.. bunda bukain pintunya dan gendong Affan ke depan pintu kelasnya. Affan malah ngga mau dan nangis2. Alhasil, entah kenapa urusannya jadi makin heboh selain sekedar pintu aja. Dia jadi nangis2, mau keluar. Bunda ikutin maunya Affan, ternyata Affan ingin keluar dari Childcare, dan lari menuju tempat strollernya dan mau pake stroller.

Jreng.. jreng.. duh, udah Affan yang nangis2 n teriak2, akhirnya kita pergi dari childcare, ke depan jalan, dan nelpon di telepon umum, nelpon ayah di Bandung. Ayaahh, help! Affan mau nelpon ayah, dan bilang ngga mau sekolah. Nangis mulu. Trus dicoba ke depan childcare lagi, Affan makin nangis. Affan bilang mau minum susu, tapi ngga mau yang di childcare. Yo wes lah bunda n affan ke Safeway Supermarket, beli susu, trus duduk di playground terdekat. Di sana, Affan bukannya minum susu, tapi malah main dengan senangnya. Nangisnya hilang. Dia main naik tangga, perosotan, ayunan, dan kuda2an. Bunda tungguin Affan, sayang Affannya sedang senang.

Waktu berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Suara train beberapa kali pergi dari stasiun. Hm.. kapan bunda ke sekolah dong? Akhirnya bunda dudukin Affan di stroller lagi, dan balik lagi ke sekolahnya Affan. Ternyata Affan mulai lagi deh tantrumnya. Nangis keras2, jerit2, melarikan diri dari strollernya, dan lari hampir ke jalan. Horor abis. Ada childcarernya bantuin bawa stroller dan rapiin tasnya Affan yang jatuh. Akhirnya, ya sudah, Affan ngga mau sekolah. Dan kami pulang lagi ke rumah.

Affan is big boy now. Udah jadi anak kecil. Udah punya emosi. Bunda berusaha memahami Affan. Mungkin Affan kangen juga sama ayahnya, karena ayahnya lagi ke Bandung, Indonesia. Akhirnya, setelah sampai rumah, Affan senang lagi. Main mainan kesayangan dia, makan dengan lahap, minum susu, trus tidur.Sleep tight anakku sayang, mudah2an besok Affan mau sekolah yaa…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s