Busy November

Ngga kerasa udah November lagi aja. Rasanya baru kemaren ada di tahun 2010. Hm.. apa saja prestasi di tahun 2010 ini? Research, masih terus belajar. Banyak stucknya, karena mesti membagi waktu antara mengajar dan mengerjakan research. Tentang mengajar, alhamdulillah hari ini dah minggu terakhir. Tinggal 2 kelas lagi, periksa-periksa ujian, beres deh ngajarnya. Alhamdulillah semester ini seneng banget bisa ngajar. Waktu semester kemaren emang masih rada ngga pede, dan feedbacknya pun agak kurang bagus menurutku. Makanya, tekad saya, ngajar di semester berikutnya harus full-in dan profesional. Dan hasilnya cukup bagus. Walaupun materinya lebih njelimet dibanding materi semester pertama, tapi terlihat student2 pada responsif dan nilainya cukup bagus. Well done! Sekarang saya jadi seneng sama matematika, ngga ‘anti’ lagi sama yang namanya equation bla bla bla.. karena saya yakin matematika banyak sekali kegunaannya untuk menyelesaikan persamaan engineering di manapun.

Pekan lalu saya presentasi Doctoral Progress Review. Alhamdulillah reviewnya berjalan lancar. Feedback dari para reviewer cukup bagus. Artinya, research yang saya kerjakan berprogress dan berpotensial mendapatkan hasil yang bagus. Memang experimen kemaren belum sempurna, tapi saya jadi belajar bagaimana prosedur mendapatkan data yang bagus. Sebelum presentasi, saya harus membuat report sekitar 10 halaman. Report ini berisi tentang perjalanan research saya, mulai dari metodologi, hasil, tantangan dan hambatan. Membuat report ini seperti membuat thesis kecil, karena saya jadi tau alur ceritanya. Pasti berguna sekali untuk diterapkan di thesis. As usual, saya tidak kesulitan dalam menyampaikan presentasi, artinya sudah cukup bagus. Masalahnya, untuk masalah writing saya rada bermasalah, dalam artian susah banget untuk bikin writing yang bagus. Presentasi ini memacu saya untuk menulis/writing lebih baik lagi.  

Oiya, udah 2 minggu ini ayah pulang ke Indonesia. Jadi saya cuman berdua aja sama Affan. Bedanya? beda pasti. Mulai kerasa kangen sama suami tercinta🙂. Kami termasuk keluarga yang ngga pisah jauh lama2. Rasanya aneh kalo keluarga ngga tinggal serumah. Emosi Affan pun terlihat jelas. Walaupun kalo siang Affan bilang ngga apa2 ditinggal Ayah, tapi kalo malem Affan suka nangis kangen ayahnya. Saya pun dulu waktu ditinggal ayah ke Cairns seminggu, sempat rada was-was dan ngga pede karena biasanya selalu ada ayah yang bantuin ini itu. Sekarang, walaupun lebih nyantei dan pede, tetep sih jadi ngga bisa mobile banyak. Pagi2 harus udah siap segala macemnya sebelum Affan bangun. Kalo pulang sekolah jemput Affan, di rumah jadi fokus nemenin Affan main, mandiin, sikat gigi, dongeng sebelum tidur. Baru bisa beres2 rumah dan mengerjakan hal yang lain setelah Affan tidur. Alhasil, kerjaan sekolah rada keteteran juga, karena ngga bisa dikerjain di rumah. Anyway, mudah2an semua ini ada hikmahnya. Bikin saya sebagai bunda bisa mandiri walaupun ditinggal ayah, juga meningkatkan kualitas hubungan ayah bunda juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s