Awal yang Baru di Indonesia

Sudah seminggu lebih saya dan keluarga pindah ke Indonesia. Sementara kami tinggal di rumah orang tua di Bandung. Kepindahan kami ke Bandung karena suami dan saya mendapat pekerjaan sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Sebelum menikah dulu, sudah menjadi cita-cita kami untuk menjadi pendidik dan memanfaatkan keahlian kami untuk kemaslahatan orang banyak di Indonesia. Jadi, pergilah kami meninggalkan segala kenyamanan kota Melbourne untuk berkarya di tanah air.

Bagaimana dengan adaptasinya? Tentu semua berproses. Kekecewaan demi kekecewaan menghinggapi perasaan ini saat melihat keadaan negeri ini. Tapi saya berusaha untuk menguatkan diri sendiri, kalau bukan dimulai dari kita yang mengubah, siapa lagi?

Sebagai working mom, problem utama adalah mencari solusi tentang pengasuhan anak. Selama di Melbourne, anak pertama say, Affan, ikut daycare sejak kecil. Walaupun cukup mahal, namun sebagian besar disubsidi pemerintah. Kalo di Bandung, biaya daycare bisa jadi menghabiskan seluruh gaji pokok dosen… Jadi gimana dong? Tapi memang sih, pilihan mendidik anak dengan tenaga profesional akan jauh lebih baik daripada dijaga oleh ART. Kakek dan nenek memang bersedia membantu mengasuh, tapi tentu saja kan tidak etis kalau menggantungkan anak-anak sepenuhnya.

Untuk pekerjaan rumah tangga, keuntungan ada di Indonesia adalah adabyang membantu melakukan pekerjaan rumah tangga. Tapi ternyata kenyataannya ngga semudah yang dibayangkan. Susah cari ART, belum lagi pekerjaannya terbatas. Sementara ini, cucian baju & setrika bisa dikerjakan di tempat cucian kiloan, 5000 rupiah per kg baju, sudah dicuci, wangi, dan disetrika. Cost effective! Masak memasak, karena masih gabung dengan nenek dan kakek, jadi bisa bareng-bareng. Apalagi sang kakek memang hobinya memasak, hehehe… Enak-enak pula, alhamdulillah…. Untuk beres-beres bisa sambil disambi kalau sedang di rumah.

Mudah-mudahan masa transisi ini berlangsung baik. Anak-anak bisa mendapat pengasuhan yang tepat, saya bisa bekerja cerdas sambil tetap mendidik anak-anak. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s