Refleksi Setahun Meninggalkan Melbourne

Saat ini hampir setahun saya dan keluarga meninggalkan Melbourne yang sudah enam tahun menjadi tempat tinggal kami, dan mulai hidup di Bandung. Masih teringat perasaan saya pada saat hari-hari pertama kembali ke Indonesia, yang saat itu saya tulis di note iphone:

“Day #2 in Indonesia: After six years living oversea, these are what I think about living in Bandung:
  • traffic jam everywhere. Five hours from airport to home !
  • Lot of poor people. But from there I can see the insight, how people need to be hardworking to earn their living. Pemulung dimana-mana (people to collect recycle stuffs is everywhere) makes you just want to give all the unused belonging/recycle items to them.
  • but in the same way, rich people, or middle class people, are growing faster than ever. Billboards full of flat screen tv, samsung s4, and other high tech stuff.
  • really desperate to find new house. It’s not that we’re not loving our family there, it’s just that so crowded to be in the same place. Of course it’s just a dream. Looks like before we’re going to buy a house we gonna stay in mom & dad’s house.
I guess it’s just that I’m quite tired from all packing and travelling. It’s indeed really exhausting travelling with children, especially Arfa has started to move around a lot. It’s really good to see mum & dad seeing their grandsons. Lots of smiles, lot of laughs, maybe it’s just I am that little grumpy”
 

Sekarang? Wah, udah jauh berbeda. Ternyata manusia itu memang beradaptasi, anak-anak beradaptasi, dan saya pun sudah merasa Bandung adalah rumah kami yang sebenarnya. Terlebih sekarang alhamdulillah sudah menempati rumah sendiri, mulai mengisi rumah dengan perabot-perabot sendiri, punya pekerjaan yang stabil, sudah settle istilahnya. Hal yang dirindukan dari Melbourne hanya satu, kangen dengan dengan teman-teman di sana, yang sudah seperti saudara.

Kebetulan saat ini suami sedang ada di Melbourne sebulan, alhamdulillah dia bisa bertemu lagi dengan teman-teman. Beberapa kali kami webcam via skype termasuk dengan teman-teman di sana. Saya ingat dulu waktu webcam dengan teman di sana rasanya sedih, ingin balik lagi ke Melbourne, tapi sekarang, we have different life. Mudah-mudahan ada rezeki ke main ke sana lagi, atau negara lainnya, tapi untuk saat ini, kayaknya lebih baik membesarkan anak-anak dulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s