Menjadi Pendidik di Kampus (dan di Rumah)

Beberapa waktu lalu saya diberi undangan untuk mengikuti pelatihan Applied Approach yang diadakan bagian sumber daya & organisasi ITB. Undangan ini sifatnya wajib bagi para dosen muda. Saat itu bayi Aisha baru berusia 2 bulan, saya pun masih cuti, namun tampaknya juga menarik dan sayang untuk dilewatkan, jadi saya tetap mengikuti pelatihan tersebut.

Pada saat pembukaan pelatihan, dibuka oleh Pak Ichsan, dosen Mesin. Inti ceramahnya sangat menarik. Bahwa Anda harus menikmati peran Anda sebagai pendidik. Bukan hanya dosen yang menyampaikan materi kuliah, namun juga bagaimana Anda dapat mentransfer ilmu-ilmu lainnya. Setelah itu, selama enam hari lainnya, saya beserta dosen-dosen muda peserta pelatihan mendapatkan materi-materi tentang penyampaian kuliah, lebih dari sisi pedagogi-nya. Terlebih ITB sekarang menetapkan pendidikan berbasis student outcome, misalnya apakah kompetensi-kompetensi yang seharusnya diinginkan dapat dicapai oleh mahasiswa atau tidak. Kalau belum berarti mesti dievaluasi lagi. Jadi, mengajar bukan han memberi kuliah, tapi juga meliputi perencanaan yang baik mengenai materi, perencanaan mengenai membuat soal agar dapat menggambarkan student outcome yang diinginkan, gaya mengajar yang baik dan difahami mahasiswa, termasuk memeriksa tugas/ujian dengan telaten.

Duh, banyak ya ternyata… Ini baru dari sisi pengajaran. Dari tridharma perguruan tinggi kan ada 3 yang mesti dicapai: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Untuk penelitian dan pengabdian masyarakat beda lagi…

Sebelum itu, sebagai orang tua murid baru di SD Salman Al Farisi, saya juga mengikuti pertemuan orang tua murid dengan pihak sekolah. Karena sekolah ini full day, akan sedikit banyak berbeda dengan sekolah biasa. Pihak sekolah menekankan bahwa kerjasama orang tua sangat penting dalam pendidikan anak di sekolah, termasuk memantau shalatnya, tugas2nya, hafalan qurannya… Yang pasti, saya sebagai orang tua dan Affan harus bekerja keras agar dia bisa bersekolah dengan baik.

Baik dari pelatihan untuk dosen baru maupun dari pertemuan di SD salman, pesannya adalah kita harus jadi pendidik yang baik, baik untuk di kampus tempat mengajar, juga tentunya di rumah untuk anak-anak tercinta: Affan, Arfa, & Aisha. Tidak mudah memang, tapi tetap mesti berusaha, dari hari ke hari, waktu ke waktu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s