Cerita Melahirkan Anak Kedua

9 Mei 2013

Cerita ini tentang kilas balik melahirkan anak kedua. Saat ini anak kedua saya, Arfa, udah Sembilan bulan lebih. Looking back last nine months… hmm, what a very interesting journey! Cerita tentang melahirkan anak kedua ini ngga bisa lepas dari kisah saya menyelesaikan thesis.  Dan hanya karena pertolongan Allah Swt sajalah, puji syukur Alhamdulillah hanya kepadaNya, kami bisa punya anak kedua ini.

Awal Juli 2013 (35 weeks pregnant)

Cuaca di Melbourne sangat dan selalu dingin di tengah winter. Saya sedang menulis thesis tahap akhir. Rencananya thesis harus selesai akhir Juli, sementara hari perkiraan lahir si jabang bayi adalah 8 Agustus. Perut yang besar, cuaca yang dingin menusuk kulit, dan harus menempuh perjalanan ke kampus hampir setiap hari.

Pertengahan Juli 2013 (37 weeks pregnant)

Menyambut bulan Ramadhan. Chapter-chapter utama dalam thesis sudah selesai, dan saat ini saya sedang menulis Chapter tentang Discussion. Karena perut yang semakin besar, ditambah beberapa komplikasi yang saya alami (pelvic pain, backpain, heartburn), saya bekerja dari rumah. Affan, anak pertama, sehari-harinya bersekolah di kinder Goodstart Learning, diantar jemput oleh suami.

Selasa, 24 Juli 2013 (38 weeks pregnant)

Setelah selesai menyiapkan sahur, saya merasakan kram di pinggang, seperti sakit saat menstruasi. Sepuluh menit kemudian terasa lagi. Oh, no! Thesis-ku belum selesai! But anyway, sepertinya mulai tanda-tanda melahirkan. Apalagi ternyata berkas-berkas dokumen pregnancy ada di kampus, karena biasanya saya kontrol kehamilan di klinik kampus.

Akhirnya, pagi-pagi kami ke kampus, ambil dokumen, drop Affan ke sekolahnya, lalu ke Emergency department Royal Women Hospital. Kontraksi sudah sekitar lima menit sekali, tapi intensitasnya belum terlalu nyeri. Setelah dicek, masih bukaan satu. Karena rumah kami dekat dengan hospital, kami disarankan pulang dulu ke rumah.

Siang-siang, suami menjemput Affan ke rumah. Teman dekat menjemput Affan. Affan akan menginap di rumah teman selama semalam. Kasian rasanya kalo liat ibunya kesakitan. Jauh-jauh hari memang sudah dibilang ke Affan, kalo mommy having a baby, you will stay at your friend’s house.

Sampai sore hari, intensitas kontraksi masih bisa ditolerir. Sore-sore, saya dan suami jalan-jalan ke Royal Children hospital dekat rumah. Sambil bershalawat, mendengarkan murratal AlQuran.

Malam hari, menyiapkan makan malam. Intensitas kontraksi mulai sakit. Mulai meringis-ringis. Ingin rasanya pergi ke hospital sekarang juga. Suami istirahat dulu. Saya pun istirahat, tapi saking sakitnya, sepertinya saat tidur juga mimpi kesakitan. Jam 11 malam, kontraksi makin hebat. Jarak antar kontraksi memang 5 menit sekali, tapi lamanya lebih dari satu menit dan intensitasnya kuat sekali. Saya udah ngga kuat lagi. Akhirnya saya bangunkan suami dan kita berangkat ke emergency RWH.

Karena sudah larut malam, pasien cukup sepi dan kami langsung dibawa ke ruang bersalin. Seperti persalinan pertama, saya langsung minta nitrous oxide gas sebagai pain relief. Such a relief! Dengan menghirup nitrious oxide gas, saya bisa fokus bernafas saat kontraksi datang. Di tempat persalinan, saya dipantau oleh seorang bidan/midwife, dan seorang medical student. Karena menghirup gas, saya merasa agak drowsy.

Sekitar jam setengah 4 pagi, saya merasa ada keinginan untuk mengejan. Tapi kata midwife itu belum waktunya. Mungkin itulah masa “transition period”. Sakit menahan untuk tidak mengejan itu rasanya tidak bisa digambarkan.

Sampai akhirnya, saya harus mengejan. Saya teringat pengalaman saya menemani teman melahirkan. Saat ada irama kontraksi, mengejan kuat-kuat sampai kepala baby keluar. Saya coba mempraktekkannya, mengikuti natural instinct saya. Saat kontraksi datang, saya fokus mengejan. Ketuban pun pecah, dan kontraksi pun datang lebih kuat. Sekitar lima menit setelahnya, baby Arfa pun lahir ke dunia.

Sepertinya sang baby kurang merespon. Suami cerita, tali ari-arinya langsung digunting oleh midwife, dan alat-alat emergency untuk baby dikeluarkan. Alhamdulillah tak berapa lama, baby Arfa langsung ada dalam pelukan saya untuk inisiasi menyusui dini.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s