Cerita Melahirkan Anak Ketiga

6 Agustus 2014

Walaupun ini anak ketiga, pengalaman melahirkan ini serasa masih baru. Alasannya, saya melahirkan anak pertama dan kedua di Melbourne, sedangkan anak ketiga ini di Bandung. Dari pemeriksaan kehamilan, banyak sekali perbedaan dari segi rutinitasnya. Namun ngga apa-apa, dinikmati aja, toh ini bagian dari kebiasaan yang berbeda. Satu hal yang membuat saya sangat khawatir saat akan melahirkan di Bandung, karena saat di Melbourne selama dua kali melahirkan saya sangat terbantu dengan menghisap nitrous gas sebagai penghilang rasa sakit. Nah di sini bagaimana?

di Bandung, saya kontrol kehamilan dengan salah satu DSOG di RSB Emma jalan Sumatera. Alasannya, yang simple aja, dekat dari kantor, bukan jalur macet, bisa datang saat istirahat kantor, antriannya sedikit. Suasananya juga nyaman dan asri.

Senin — Karena pengalaman sebelumnya anak lahir saat 38 dan 39 minggu, saat kontrol 38 minggu, dokternya menyarankan periksa dalam. Hmm, ternyata sudah bukaan satu. Walaupun belum ada flek atau sakit sekalipun. Dokter menyarankan langsung masuk rumah sakit bersalin. Kami masih nunggu mulas dulu.

Rabu — Hmm, kok masih ngga mules ya? Sudah ada flek keluar, bapak ibu mertua sudah datang dari Jawa, suami udah izin dulu dari kantornya. Tapi karena udah ada flek, disuruh masuk hari ini ke RSB. Daftar, dapat kamar, ada pemeriksaan macem2 (hal yang baru buat saya, karena dulu di Royal Women’s hospital ngga ada). Hari itu dihabiskan dengan jalan-jalan dengan suami, masih ngga ada mules. Anak-anak sore hari datang menjenguk bersama kakek-nenek.

Kamis — Masih belum mules. Waduh, ngapain dong di RSB? Pengen pulang lagi, tapi ngga bisa. Akhirnya jalan-jalan lagi keliling jalan Sumatera, jalan Jawa, jalan Belitung, jalan Bangka. Sore-sore mulai kerasa sakit seperti nyeri haid. Saat malam hari, dokter memberi treatment, namanya pematangan leher rahim. Gunanya mempercepat kontraksi. Alhamdulillah masih bisa tidur nyenyak.

Jumat – setelah berkali-kali periksa dalam (huhuu sakitnyaa..), masih bukaan dua Saudara-saudara! Ternyata ada ya kasus seperti ini. Kalau ngga kontrol Senin kemarin, mungkin ngga tau kalau udah masuk masa bersalin. Padahal selalu diwanti-wanti kalau anak ketiga pasti lahirnya cepat sekali.  Sakit mulai terasa parah. Untuk mengatasi sakit saat mules, saya berdzikir.. Subhanallah, Walhamdulillaah, Wa Laailaaha Illallaah huwaLlahu Akbar . Alhamdulillah lumayan mengalihkan rasa sakit. Suami setia menemani, sementara anak-anak di rumah bersama Yangti dan Yangkungnya. Karena sampai sore masih bukaan 2,5, dokter menyarankan diinduksi saja esok hari jam 6 pagi. Ya Rabb, terbayang akan menahan sakit sampai besok pagi, atau mungkin siang.

Jumat malam, kontraksi makin hebat. Mulai tidur-tidur ayam, terbangun karena sakit. Si ayah tidur di mobil di luar. Pukul 1 malam, saya bangunkan dia, kok rasanya makin sakit. Dan bilang juga ke susternya kalau makin sakit. Akhirnya jam 2 masuk ruang bersalin, dan alhamdulillah sang dokter hadir. Kontraksi makin intens, dan selama kontraksi yang intens itu saya berzikir. Tangan suami yang biasanya saya cubit-cubit, kali ini malah ngga. Kemudian pukul 3 kurang, saya merasa kontraksinya lebih dari 2 menit dan sangaattt sakitt.. saya ingat ini masa transition phase (http://www.babycenter.com/stages-of-labor?page=3), sambil menahan sakit saya mengingat-ingat bahwa ini adalah saat leher rahim membuka sampai 10 cm. Setelah itu, ingin mengejan. Dokter dipanggil, dan dinstruksikan cara mengejan yang baik agar tidak luka.

Alhamdulillah pada pukul 3 pagi, Aisha lahir kedua, didampingi ayahnya tercinta. Para bidan dan suster dengan cekatan membersihkan tempat bersalin, sambil Aisha inisiasi menyusui dini. Terus terang saya salut juga dengan tim rumah sakit bersalin ini, sangat cekatan, dan saya bisa melahirkan dengan lancar, walaupun fasilitas jauh dari yang di Royal Women’s Hospital. Dengan berzikir saat kontraksi, ternyata Allah benar-benar menolong.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s