Quality Time Together

16 July 2009

Ketika kedua orang tua bekerja/kuliah full-time dari pagi sampai sore, bagaimana ya membuat waktu jadi berkualitas bersama anak? Saya cukup merasakan hal ini ketika saya dan suami kuliah full time dan Affan dititip. Kuliah dari jam9 sampai jam5 sore setiap hari, artinya dari jam1/8 pagi sampai jam6 sore di luar rumah. Mungkin sama juga, atau lebih lama kali ya untuk orang tua yang bekerja di Jakarta setiap hari dengan macet yang tiada terkira. Kalo di sini ngga macet, cuman jarak tempuhnya 40 km setiap hari.

Kebayang lah kalo orang tua kerja fulltime, yang pasti pagi udah mulai rusuh dengan persiapan ke kantor n menyiapkan sarapan dan bekal makan siang, sementara saat sore hari, badan udah capek, belum lagi memasak untuk makan malam. Hm.. jadi kapan dong menemani anak?

Quality time together… Quality did make difference. Affan setiap dijemput pasti langsung manja. Kadang ketika di rumah pun saat bermain ingin ditemani bunda/ayah. Saya yakin, anak ingin ditemani karena dia butuh kita. Ada beberapa hal cukup handy yang bisa meningkatkan kualitas hubungan dengan anak:

  • Siapkan mental n niat bergembira akan bertemu anak. Jangan sampai karena udah kecapean sepulang kantor, kita membiarkan anak untuk main sendiri.
  • Barengi anak bermain di rumah, bisa dari menggambar, atau lihat mainan. Untuk toddler (batita), dengan mengulang2 kata, misalnya “itu mobil”, “ini bola”, si kecil akan merekam itu dalam otaknya, sehingga mudah2an cepat bicara.
  • Sabar mendengarkan/n tanggap saat si kecil babbling/berbicara.
  • Kalaupun kita ingin nonton tv misalnya, ngga apa-apa juga ajak anak nonton asal jangan kelamaan, dan lebih baik sambil tunjuk hal2 menarik.. misal acara tentang zoo cukup bagus karena ada macam2 binatang
  • Menyempatkan jalan2 sebentar sekitar rumah sambil menikmati sore hari dan melihat burung2 berkicau juga bagus.
  • Kadang dengan menyiapkan makan malam yang lebih singkat, atau sekali2 beli take away dan sisa waktunya dipake untuk main bersama anak, itu cukup memberi perbedaan.
  • Sebelum tidur, bersama anak bisa baca buku anak2 yang bergambar

Walau orang tua bekerja di luar setiap hari, ngga berarti kualitas hubungan dengan anak jadi turun kan. Finally, saat weekend, luangkan waktu yang banyak dengan anak. Kadang, ngga disadari, padatnya acara weekend, misalnya pengajian, arisan, bertamu ke rumah teman, atau shopping, membuat anak justru ngga nyaman. Belum tentu anak enjoy dengan shopping yang lama, atau pengajian lama, atau terlalu lama di perjalanan. Ada baiknya batasi acara2 yang ngga melibatkan anak. Ajak main ke taman sejam, atau berkebun di halaman, alternatif juga untuk mengisi waktu bersama anak.

One thought on “Quality Time Together

  1. Ya, ortu mesti dekat dengan anak2nya, kualitas lebih penting dp kuantitas, ya walau sebaiknya sih sesering mungkin. Ortu juga terutama biasanya ibu, mesti banyak keahlian jug di depat putra/putrinya, misalnya menyanyi, menggambar, bercerita, kan nanti mereka juga akan meniru kita. Ortu mesti banyak menyediakan buku2 bacaan, ataupun alat2 menggambar & menulis. Mesti terus mengembangkan kreativitas anak. Kalau qt ridho melakukannya & semua demi kebaikan anak2, Insya Allah semuanya akan sangat menyenangkan. Dan hasilnya akan dinikmati ortu juga, misalnya Teh Ike, Winny, Rini pernah jadi juara di kelasnya, & punya prestasi lain2, spt Teh Ike pernah jd juara berpidato dalam Bahasa Inggris di kampusnya. Tentu prestasi2 itu sangat menyenangkan bagi ortu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s