Tips Mencari Beasiswa

Pada kesempatan ini, saya ingin bercerita dan berbagi pengalaman waktu mencari beasiswa. Ini spesifik ditujukan untuk yang berbasis research. Mungkin ini cukup tepat ditujukan bagi mahasiswa tingkat akhir yang pengen melanjutkan kuliah ke luar negeri tanpa mesti mengeluarkan biaya sendiri. Sebenernya tentu aja biaya yang perlu dikeluarkan bervariasi. Ada yang beasiswa yang men-cover semua kebutuhan mahasiswa mulai biaya pesawat, asuransi kesehatan, ada juga yang tidak. Atau, kalau bawa keluarga, rata2 beasiswa sekarang tidak men-cover expense untuk keluarga, artinya mesti menyiapkan dana sendiri.

Anyway, kenapa mesti sekolah ke luar negeri? Bukankan sekarang di Indonesia juga banyak program magister dan doktor yang cukup baik? Yup, memang benar beberapa institusi seperti ITB atau UI punya program postgraduate yang bagus reputasinya. Beberapa alasan melanjutkan sekolah di luar negeri, diantaranya:

  1. Sarana dan prasarana memadai. Terutama kalo untuk master by research atau doctoral degree, widely source of information sangatlah penting, seperti akses ke jurnal-jurnal ilmiah internasional, sarana inter library loan (peminjaman buku secara internasional, contoh dari australia bisa pinjam buku yang ada di british), sarana2 di laboratorium, software, peralatan, dan lain2.
  2. Cari suasana baru. Pergi ke negeri yang punya 4 musim membuat kita belajar bertahan hidup dan beraktivitas di tengah cuaca yang sangat ekstrim, dan juga mengajarkan kita bersyukur dengan suasana di Indonesia yang cuaca dan temperature sangat moderate.
  3. Mengenal dunia dan kebudayaan internasional. Di luar negeri, globalisasi sangat terasa. Ternyata lebih banyak orang-orang dari asia dan afrika yang juga mencari nafkah dan hidup di negeri2 barat. Di Melbourne misalnya, lebih banyak orang2 dari Cina, India, timur tengah, afrika. Dan juga banyak bertemu muslim dari berbagai budaya.
  4. Sarana dan prasarana yang disediakan pemerintah untuk family, seperti taman, sarana wisata, dll.

Nah, apa saja yang perlu dipersiapkan saat mencari beasiswa?

1. Persiapan komunikasi bahasa Inggris.

Wajib! Mulailah ikut les, atau latian speaking di depan cermin. Dulu waktu saya ikut persiapan TOEFL di TBI Bandung, teachernya mengajak kami untuk sering nonton DVD tanpa subtitle. Bisa karena biasa. Kenapa Indonesian yang di Luar Negeri cepat beradaptasi dalam berbahasa inggris? Karena sering dengar berita (in english), baca koran, belanja di pasar,etc. Dan ini bisa juga dilakukan selagi kita masih sekolah di Indonesia. Untuk speaking, latian ngobrol dengan bahasa inggris. Lama2 yang sulit akan menjadi mudah, dan kita akan terbiasa berbicara. Susah memang untuk memulai, dulu juga waktu les persiapan IELTS di EEP Bandung, rasanya ngeri banget mau tes IELTS, ngga pernah latihan soalnya. Ternyata kalo ngga lancar, nyampe LN lebih takut lagi mau ngomong.

Untuk IELTS, diterima di Australia dan Inggris. Ada 4 band: reading, listening, speaking, writing.  nilainya min 6.5 dari 9.0, dengan masing2 band 6.0.  Untuk TOEFL diterima di berbagai negara si kayaknya, min. 550 rata2 untuk berbagai negara, namun ada juga yang menyaratkan minimal 580 untuk paper based TOEFL.

2. Nilai IPK dan publikasi ilmiah.

Untuk di Australia, kalo mau dari S1 langsung ke program doktor, nilainya mesti minimal cum laude, atau kalo di sini disebutnya H1. Tapi bisa jadi IPK di atas 3 juga bisa berpeluang asal dikomunikasikan. Publikasi ilmiah akan lebih baik, misalnya hasil tugas akhir yang dimasukkan ke dalam seminar nasional atau seminar regional.

3. Korespondensi dengan calon supervisor.

Biasanya di website2 uni, di bagian profil supervisor ada tulisan -sedang mencari PhD atau master student-. Nah, kalo ada ini nih.. langsung kontak. Oiya, sebelumnya liat dulu bidangnya suka apa ngga, karena itu akan menjadi bagian dari sehari2 selama 2-3 tahun. Kalo kita punya keahlian di bidang yang sama, misalnya pernah menggunakan alat XRD, atau jenis analisis tertentu, akan jadi nilai tambah. Supervisor biasanya akan mencari orang yang tekun dan pantang menyerah.

4. Berdoa, sholat istikharah, pertimbangkan baik2.

Kalau sudah dapet pun, berdoalah semoga selalu dimudahkan oleh Allah swt. It is not like a fairy tale, there is a lot of hard work there. Keep focus, mudah2an sukses.

htp-seminar-3

Semoga informasi di atas membantu bagi teman2 yang ingin mencari beasiswa untuk kuliah research di luar negeri. Exciting and challenging, mungkin bisa jadi desperate kadang2. Tapi itu bagian dari hidup kan🙂.

2 thoughts on “Tips Mencari Beasiswa

  1. Dear Bunda Winny,,,,
    Tolong ceritakan bagaimana proses pengajuan beasiswa nya,,,,
    baik sebelum bunda mendapatkan beasiswa, misalnya cari info nya lewat mana,,,,kalau lewat situs,situs nya apa,,,,,saat mencari beasiswa apakah bunda sudah lulus atau belum,,,,karna dari blog2 bunda yang saya baca, bunda sempat bekerja di dago engineering dulu,,,,pokoknya semuanya deh yang lengkap,,,,
    Mohon kesediaannya untuk berbagi,,,,

    Terimakasih sebelumnya,
    Mega

    • Untuk beasiswa dari University, biasanya suka ada info di websitenya. Untuk Australia, beasiswa untuk jadi research student biasanya berakhir pada 31 Oktober setiap tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s