Cara Nabi Mendidik Anak

Baru baca buku yang cukup bagus dalam mendidik anak, jadi saya rangkum, mudah2an bermanfaat🙂
—-
Disarikan dari: Cara Nabi Mendidik Anak karya Ir. Muhammad Ibu Abdul Hafidh Suwaid

Pertama, Panduan Dasar untuk Orang Tua dan Pendidik

Ibnu Abbas r.a. berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Ajarlah, permudahlah dan jangan persulit! Gembirakanlah dan jangan takut-takuti! Jika salah seorang dari kalian marah hendaklah berdiam diri!” (H.R. Ahmad dan Bukhari)

Ada beberapa hal yang dapat kita teladani dari Rasulullah Saw. dalam mendidik anak. Keteladanan adalah hal yang pertama dan utama. Keteladanan yang baik membawa kesan positif dalam jiwa anak karena orang yang paling banyak diikuti oleh anak adalah orang tuanya. Mereka pulalah yang paling kuat menanamkan pengaruhnya ke dalam jiwa anak. Karena itu, orang tua dituntut untuk menjalankan segala perintah Allah swt dan sunnah Rasul yang mencakup perilaku dan perbuatan. Bukan hanya itu merupakan kewajiban seorang muslim, namun karena anak melihat mereka (orang tua) setiap waktu. Kemampuan mereka untuk meniru, sadar atau tidak, sangat besar, tidak seperti yang kita duga yang hanya menganggap sebagai anak kecil.

Yang kedua, memilih waktu yang tepat untuk menasihati. Memberi nasihat sangat besar manfaatnya, sehingga harus dilakukan pada saat yang tepat pula. Rasulullah saw. memberi tiga pilihan waktu untuk memberi nasihat pada anak-anak: saat berjalan-jalan atau di atas kendaraan, waktu makan, dan waktu anak sakit. Rasulullah juga menemani anak-anak makan. Ketika anak berbuat salah, atau melakukan perbuatan yang kurang sopan, beberapa kesalahan langsung diluruskan oleh beliau dengan baik dan mengesankan. Rasulullah bersabda: ” Mendekatlah nak! Bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kanan, dan ambillah makanan yang terdekat!” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi). Ketika anak sakit, hati anak akan lebih lembut, sehingga anak juga akan lebih lapang dalam menerima nasihat.

Yang ketiga adalah bersikap adil dan tidak pilih kasih. Ketidak adilan dan sikap pilih kasih orang tua terhadap anak akan menimbulkan kecemburuan. Seperti yang dirasakan saudara-saudara Yusuf: “Tatkala mereka berkata,”Sungguh Yusuf dan saudaranya lebih dicintai oleh ayah kita ketimbang kita. Padahal kita satu keluarga. Sesungguhnya ayah kita dalam kesesatan yang nyata.” (Yusuf:8). Sabda Rasul: “Bersikap adillah di antara anak-anak kalian dalam pemberian sebagaimana kalian suka berlaku adil di antara kalian dalam kebaikan dan kelembutan” H.R. Ibnu Abid Dunya. Bahkan, sikap adil para salafus shalih (orang-orang shalih terdahulu) sampai pada adil dalam memberikan ciuman pada anak-anak. Subhanallah.. .

Yang keempat, memenuhi hak-hak anak. Anak-anak yang dipenuhi dan dikabulkan hak-haknya akan memiliki sikap positif terhadap kehidupan. Memberi teladan dan bersikap adil merupakan salah satu hak-hak anak yang mesti kita penuhi. Ini termasuk menghargai nasihat dan kebenaran walau dari anak kecil.

Kelima, mendoakan anak. Sering kita membaca doa untuk orang tua (doa nabi Ibrahim), namun jangan lupa juga mendoakan anak-anak kita di saat waktu-waktu mustajab. Doa akan menghangatkan cinta dan kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya. Orang tua tidak boleh berputus asa mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya yang durhaka, seperti nabi Ayyub yang selalu memohon ampunan untuk anak-anaknya di waktu sahur.

Keenam, memberikan mainan. Untuk mengetahui mainan itu cocok apa tidak, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan: mainan harus mampu membangkitkan aktivitas fisik yang baik dan berguna untuk anak, dapat meningkatkan kreativitas anak, dan mampu mendorong anak agar dapat meniru kebaikan perilaku dan pola pikir orang tua.

Ketujuh, membantu anak agar berbakti dan taat pada orang tua. Rasulullah bersabda: “Bantulah anak-anakmu agar berbakti! Barangsiapa yang melakukan, ia dapat mengeluarkan sikap kedurhakaan dari diri anaknya”

Kedelapan, menghindari mencela dan mencaci anak. Rasulullah tidak suka mencela dan mencaci kelakuan anak-anak sebagaimana kesaksian Ibnu Abbas, selama sepuluh tahun melayani beliau, beliau tidak pernah mencelanya. Cara yang dilakukan Rasulullah itu justru menanamkan kepekaan dan rasa malu dalam dirinya. Rasul juga ngengajarkan orang tua agar jangan mencaci anak di depan umum.

Semoga kita sebagai orang tua diberi kemudahan oleh Allah swt untuk mendidik anak-anak kita sesuai cara Rasulullah Saw. Amin.

7 thoughts on “Cara Nabi Mendidik Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s